Showing posts with label article. Show all posts
Showing posts with label article. Show all posts

Wednesday, February 9, 2011

awal dan akhir


Tuhan telah menjadi tempat awal dan terakhir..

Banyak hal yang tidak bisa terkatakan ketika saya sengaja bertemu dengan sahabat ataupun orang-orang yang terdekat dengan saya, namun sulit mengungkapkannya. Terkadang saya berpikir keras tentang kata-kata yang lebih dari yang saya rasakan, tapi sangat sulit menemukannya.

Saya hanya manusia yang masih memiliki perasaan, yang terkadang pun masih menyalahkan perasaan. Sempat saya bertanya pada Tuhan ‘mengapa Kau ciptakan perasaan jika manusia hanya merasakan kekesalah,kekecewaan, sakit hati dan perasaan-perasaan lain yang membuat terpuruk?’ Tapi ternyata bukan dititi ‘perasaan’ lah yang seharusnya disalahkan, tapi lihatlah pada pikiran kita, karena ternyata pikiran yang akhirnya memerintahkan perasaan untuk mendalami sebuah hal yang mungkin seharusnya tidak kita dalami lebih lagi.

Banyak hal yang membuat saya bertanya-tanya, bingung, aneh dan hal lainnya yang lagi-lagi tidak terkatakan. Tapi benar, Tuhanlah yang akhirnya kembali membuat saya memahami arti sebuah tujuan yang harus dicapai bukan sekedar menggunakan perasaan tapi sebuah kepercayaan yang kuat. Sebuah kepercayaan akan membawa saya pada garis akhir yang sebenarnya bisa dengan cepat saya lalui.

Memang hanya Tuhan-lah yang menjadi tempat awal dan akhir,karena segala sesuatunya dimulai dari-Nya dan akan berakhir dalam-Nya.

Tuesday, February 1, 2011

respon,fokus,ego


Setiap hal yang telah terjadi mengundang respon bermacam-macam.

Mungkin saja air mata, senyuman, memejamkan mata, menarik nafas dalam-dalam, atau bahkan tertawa terbahak-bahak.Banyak respon yang bisa terjadi dengan sesaat.

Namun,untuk kali ini..sesaat saja ijinkan saya berpikir tentang ‘hilangnya sebuah pengharapan’ dan apakah respon kamu ketika mendengar kalimat ini?

Bagi saya, saya tidak merespon apa-apa, meski mungkin sedikit mengerungkan alis sebelah. Tidak pernah ada harapan yang hilang! Karena pengharapan tidak pernah mengecewakan, yang mengecewakan adalah keputusan hati kita. Hati kitalah yang akhirnya memutuskan untuk berperasaan “kecewa”

Ayo buka mata kita lebar-lebar, hingga kita tersadarkan…mulailah merespon dengan benar! Ingat,focus itu ditujukan untuk sebuah tujuan bukan untuk sebuah keegoisan.

Hari-hari ini saya belajar apa itu ‘egois’ dan apa itu ‘respon’ dan apa itu ‘fokus’.

Tiga hal yang cukup dekat kaitanya, dan sulit membedakan antara focus dan egois jika kita tidak mengawali dengan respon yang benar.

Pilihannya adalah merespon dengan benar membawa kita pada focus yang benar dan tidak menjadikan kita egois, atau Keegoisan yang membawa respon tidak benar hingga tidak pernah bisa menajdi focus.

Wednesday, October 27, 2010

daun kering


Dalam panasnya terik matahari, aku melihat daun-daun yang kering.

Begitu banyaknya dan tertimbun disekelilingku

Tanpa menjadi tujuanku..Aku mengumpulkan daun itu satu demi satu.

Tanpa menjadi kesengajaanku..Aku menghitung daun itu.

Dalam setiap hitungan..aku hanya bisa diam

Dan terpikir dibenakku..

Ada banyak kekecewaan dan kehancuran yang terkadang kita ingat,

Bahkan tidak disadari seseuatu yang benar-benar tidak berguna dilakukan karena sebuah ego

Tuhan, apakah Engkau kecewa dengan pribadi yang angkuh?

Banyak yang telah aku kumpulkan, seperti daun kering ini..

Hanya api yang bisa menghanguskan semua daun kering..

Hanya kasihMu yang membuat aku berbalik..

Tuhan, mampukan aku untuk mengambil api itu..

Biarkan aku membakarnya dan biarkan semuanya menjadi asap..

Dan dalam hitungan waktu asap itu akan menghilang

Wednesday, October 6, 2010

masih ada pengharapan


Sebuah penyerahan yang mudah dikatakan dimulut tapi sulit melakukannya ketika titik itu mulai menghampiri bahkan semakin mendekat, yang pada akhirnya menuntut kita memutuskannya.
awan mungkin saja berubah menjadi kelabu, dan matahari berkurang teriknya, bahkan daun tiba-tiba mengering dalam sekejap,tapi perasaan tidak ada yang mengubahnya kecuali hati kita sendiri.
Kekecewaan, sakit hati terlalu sering menjadi kendala untuk kita menyadari bahwa kita masih punya harapan. Apa yang kita lakukan dan rasakan ketika kita sedang kecewa dan sakit hati,,hanya menangis dan mengasihani diri sendiri..mungkin..

Kemarin terdengar disampingku seorang perempuan berkata :

“saya sakit hati karena selam ini dia membohongi saya, seolah-olah dia memperhatikan saya padahal hatinya jauh..terlalu sering dia menyakan kabar dan menyapa dengan nada lembutnya, tapi semua sia-sia ketika saya menyadari bahwa sebenarnya dia menyukai orang yang terdekat denganku”


Dan saat ini terdengar disampingku seorang laki-laki berkata :

“saya cukup kecewa dengan seorang wanita yang menolak saya dengan caranya yang lembut,lebih baik dari awal dia tidak memberikan pengharapan apa-apa,bahkan lebih baik saya tidak mengenalnya”

Kita bisa menebak seperti apa hati mereka, tapi ingatlah ITU HANYA SEMENTARA..


Jangan terus berfikir bahwa kamu tiak memiliki pengharapan.

Jika kita sudah melihat apa yang kita harapkan brarti itu bukanlah pengharapan, karena pengharapan adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Bermimpilah dan percaya pada pengharapan, karena sebenarnya PENGHARAPAN itu TUHAN, apapun yang kita harapkan itu berawal dari hati Tuhan.


Untuk sejenak mari kita diam dan berfikir jernih tentang perngharapan, dan ingatlah Tuhan mampu membalut setiap rasa luka dihati dan mampu mengubahnya. Tidak perduli apa alasan rasa sakit hati anda, baik itu kecewa terhadap keluarga, pasangan anda, study, teman-teman, ato bahkan kecewa dengan orang yang baru kita kenal meski tidak mungkin tapi itulah perasaan yang bermula dari hati, semua tidak diduga tapi bisa diubah.


Serahkan setiap kekhawatiran dan kekecewaan .. dan lihatlah pada pengharapan.

Wednesday, September 22, 2010

keterlambatan kita



Keterlambatan kita untuk mengatakan sesuatu kadang hanya berujung menjadi sebuah penyesalan, tapi apakah kita pernah berfikir ketika waktu yang kita sesali itu datang kembali. Apakah kita akan memperbaikinya? Atau hanya diam dan tidak mengharapkan apa-apa. Tuhan punya rancangannya sendiri, bukan dari apa yang kita anggap baik tapi dari apa yang Dia nilai sangat terbaik untuk kita. Dia lebih mengenali diri kita dari pada kita mengenali diri kita sendiri. Saat kita memaksakan kehendak kita sendiri yang rasanya cukup terbaik dan dapat membuat kita semakin dekat dengan Tuhan tapi kita malah ada digaris kegagalan, apakah kita masih berfikir bahwa rencana-Nya itu baik?

Terkadang kita menipu diri kita sendiri dengan cara menyembunyikan senyuman dari hadapan Tuhan dan seolah-olah Tuhan memiki kesalahan besar dalam hidup kita. Ketika kita mulai mundur atau maju dengan Tuhan, Tuhan akan tetap menjadi Tuhan yang sama. Dia tidak pernah keliru dengan setiap rencana-Nya. Apakah Tuhan kurang berpengalaman dalam merencanakan hidup dan masa depan kita?

Ayo kita menata ulang setiap hidup kita. Tuhan masih setia dengan kita. Tuhan masih memilki rencana terbaik untuk hidup kita. Terlalu lelah jika kita mengukur hati-Nya dengan langkah kaki, dan terlalu dekat jika kita mengukur kebaikan-Nya dalam hidup kita. ‘Segala sesuatu Dia jadikan untuk mendatangkan kebaikan’ dan sama dengan hidup kita yang seharusnya pun mendatangkan kebaikan baik bagi Tuhan dan sekitar kita.

Setiap pertanyaan pasti ada jawaban, setiap permasalahan pasti ada jalan keluar, setiap kegagalan pasti ada kemenangan, dan setiap langkah pasti Tuhan ada.

Monday, August 9, 2010

seberapa besar?


Kemarin saya berjalan dipinggiran jalan yang tidak jau dari rumah saya, dan tidak sengaja saya melihat sebuah batu kecil yang membuat saya tertarik untuk mengambilnya. Taukah kamu batu itu kecil namun sangat indah. Warnanya abu-abu mengkilap dan bercorak garis. Ada hal yang membuat saya sangat tertarik untuk mengambilnya yaitu bentuknya yang unik dan warnanya yang indah. Dan akhirnya saya pun memutuskan untuk membawanya kerumah.

Dan seberapa besar rasa ingin tahu kamu atas batu kecil itu? Dan seberapa besar keinginan kamu untuk melihatnya? Dan seberapa besar keinginan kamu untuk menilai dari sisi manakah indahnya batu itu?. Sebaiknya kamu menyimpan dahulu rasa ingin tahu itu.

Hari ini tidak sengaja saya menabrak seorang anak kecil yang sedang berlari, dan ia pun terjatuh didepan saya. Ia menangis dan secepatnya saya minta maaf dan menolongnya. Ketika ia mengulurkan tanggannya, saya melihat sebuah gelang yang melingkar ditangannya, rasanya model gelang itu sepertinya baru pertama kali saya lihat. Gelang itu berwarna putih dan bercorak hitam dan sangat indah, anak itupun tersenyum sambil menjelaskan mengenai orang yang memberikan gelang itu kepadanya. MElihat dari ceritanya sepertinya orang itu sangat special dalam hidupnya, ia sangat membanggakan orang tersebut. Bahkan ia tidak menghentikan ceritanya hingga saya hanya mengelus kepalanya dan berkata “nanti, lain kali kita lanjutkan ceritanya ya..”. Dan ia hanya berkata “kamu tidak tahu,betapa bangganya saya terhadap orang yang memberi gelang ini..”

Dan seberapa besar rasa ingin tahu kamu atas seseorang yang memberikan gelang itu, dan apakah kamu ingin segera melihatnya, bahkan mengenalinya?. Sekali lagi sebaiknya kamu menyimpan rasa ingin tahu itu.

Esok saya akan berulang tahun, saya tahu ibu sudah membelikan sebuah kado untuk saya dan ia menyimpannya dimeja belajarku. Sangat besar rasa ingin tahuku untuk sebuah hadiah dari ibu. Aku tahu bahwa ibu mengetahui setiap kebutuhanku, namun kali ini rasanya sulit untuk menebak benda yang ada dalam kotak tersebut. Sebelumnya, ibu bertanya banyak hal pada diriku salahsatunya adalah pertanyaan mengenai harapanku ditahun ini,namun sepanjang hari ini saya hanya memilki rasa ingin tahu itu akan sebuah kotak tersebut.

Dan seberapa besar rasa ingin tahumu akan sebuah hadiah tersebut? Kamu belum tahu apa fungsi benda itu, bentuk dan warna namun kamu telah memilki rasa ingin memeilki hadiah itu bukan..?

Ternyata hadiah itu hanya berisi sebuah buku “seberapa besar rasa itu”

Kemarin, hari ini dan esok dan setiap harinya selalu saja kita memiliki perasaan ingin tahu,dan hanya kita sendirilah yang bisa mengukur seberapa besar rasa ingin tahu itu.

Dua ribu tahun lalu, Seseorang hidup tanpa dosa..dan seberapa besar rasa ingin tahumu tentang alasan mengapa Ia tidak berdosa?. Ia hidup dengan kesederhanaan, namun setiap hal yang dilakukan-Nya selalu menjadi pusat perhatian, bahkan setiap orang berbondong-bondong untuk dapat menyentuhnya..seberapa besar rasa ingin tahumu untuk mengetahui mengapa Ia menjadi pusat perhatian?.Suatu waktu yang telah ditentukan Ia mau menyerahkan diri-Nya kepada pemerintahan yang akan menghukumNya tanpa sebuah pelanggaran, Ia yang hidup tanpa dosa..mengapa harus dihukum? seberapa besar rasa ingin tahumu mengenai alasan mengapa Ia mau melakukannya?. Disepanjang jalan menuju tanah penyaliban hanya darah yang mengalir dan desah nafas yang sangat letih dan kesakitan, seberapa besar rasa ingin tahumu mengenai kesakitan yang diderita-Nya?. Dan sebuah paku menembus telapak tangan-Nya disertai curahan darah yang tidak berhenti, tidak hanya kedua tangan-Nya namun kepala yang dimahkotai duri tajam, tubuh yang sudah hampir hancur karena cambuk berduri tajam yang menggoreskan banyak luka yang menembus daging-Nya.. seberapa besar rasa ingin tahumu mengenai apa alasan dan tujuan sebenarnya dari semua cerita ini..?. Disatu titik kemampuan-Nya untuk bertahan pun habis, mata-Nya hanya menatap keatas..dan seberapa besar rasa ingin tahumu mengenai apa yang sebenarnya Dia rasakan sepanjang berjam-jam tergantung diatas kayu itu. Seberapa besar rasa ingin tahumu akan sebuah alasan dari semua ini?.

“kamu” lah jawaban dari semua rasa ingin tahumu sendiri..

“kamu” yang menjadi alasan terbesar akan sebuah cerita ini,

“kamu” telah dibuat-Nya menjadi lebih besar dan

jauh melebihi dari rasa ingin tahu itu.

“kamu” adalah alasan terbesar dari sebuah pengorbanan-Nya

mungkin jika Ia bertanya “seberapa besar “kamu” mengasihi Aku?” Namun bukan tidak penting bagi-Nya untuk mempertanyakan hal tersebut,

karena “kamu” sudah lebih awal menjadi alasan pengorbanan-Nya.

Bukan sekedar untuk menebus dosa dan hidup diberkati,

namun juga demi kesempurnaan yang dapat “kamu” capai sama seperti yang telah Ia janjikan. Pengorbanan-Nya terlalu sempurna untuk hidupmu dan saya, KASIH-NYA membawa “kamu” menjadi alasan terbesar

Apakah kamu masih memilki rasa ingin tahu dari hal-hal

yang sebenarnya tidak terlalu penting, milikilah rasa ingin tahu terbesar untuk mengenal-Nya lebih dalam.

Karena pengenalan akan Tuhan tidak pernah terbatas.

Tuesday, August 3, 2010

bukan mencari yang terbaik, tapi menjadi yang terbaik


Mencari yang terbaik lebih mudah daripada menjadi yang terbaik..
apakah benar?
bukan waktu yang akan menjawabnya..tapi kesetiaanlah yang akan menjawabnya
ini tersirat untukmu,

ini aku...
bukan menginginkanmu menjadi yang terbaik..
tapi aku ingin menjadi yang terbaik untukmu..
jika kamu belum melihatnya..
setialah untuk bisa melihatnya..

Sunday, August 1, 2010

sebuah 'perasaan'


Sebenarnya kita sering mengatakan hal yang justru terbalik dari kalimat “aku tak pernah sendiri” karna beberapa kali saya bertemu dengan orang yang berwajah muram atau sedih dan berkata ‘saya merasa sendirian’. Dari sekian banyak orang, saya memperhatikan ternyata lebih banya yang berkata ‘saya merasa sendiri’ dibandingkan ‘saya sendirian’. Memang, manusia selalu memakai perasaan. Tapi terkadang karena terlalu larut dalam perasaan jadinya kita berada diposisi yang menjadi benar-benar menyakitkan padahal awalnya hanya perasaan kita. Apakah penting untuk selalu hidup didalam perasaan yang bersalah? Meskipun itu hanyalah ‘perasaan’ semata tapi dalam ‘perasaan’ itu juga seringkali kita terjebak. Ada cerita tentang persahabatan yang yang diakhiri dengan sakit hati, itu dimulai dari perasaan tidak dihargai. Ada cerita tentang sepasang kekasih yang akhirnya memutuskan untuk berpisah dalam hubungan yang tidak baik, itu dimulai dari perasaan ego masing-masing. Ada cerita tentang anak yang pergi dari rumah karena benci kepada orang tuanya, itu diawali dari perasaan anak yang dikekang. Ada lagi cerita tentang seorang pengemis yang kecewa karena tidak banyak yang memberi uang kepadanya, itu dimulai karena perasaan yang selalu mengasihani diri sendiri. Dan semua cerita dimulai dari perasaan, juga tentang kamu yang sedang membaca, itu dimulai dari perasaan.


Bagaimana perasaanmu hari ini, apakah sebuah perasaan akan membawa kamu pada hal yang semestianya tidak kamu lakukan?


Memang perasaan sulit untuk mengalah, tapi perasaan bukan menjadi hal yang akhir, karena akhir dari sebuah perasaan adalah keputusan. Sebuah krputusanlah yang akhirnya membawa kamu pada kemajuan atau kemunduran. Memiliki perasaan bersalah itu wajar, dan memilki perasaan paling benar juga wajar, tapi ingat akhir dari sebuah perasaan adalah keputusan dan tindakan.


Kita diciptakan untuk jadi pemenang termasuk menang dalam perasaan bersalah dan mau berubah. Jangan selalu mengasihani diri sendiri, karena seorang pemenang tidak layak untuk dikasihani, kecuali pemenang itu adalah seorang pecundang.


Apakah kita akan menjadi pemenang sementara atau hanya pemenang sementara?

Sunday, July 11, 2010

ayo bangun...kejar mimpimu !!





Oiiii…!!! Bangun !!!

Ayo kejar mimpi mu !!

Jangan hanya tidur dan bermimpi. Mimpi hanya sekedar menjadi menjadi mimpi ketika kamu hanya memimpikannya.

Jangan lihat kembali apa yang terjadi kemarin bahkan detik tadi, kita masih memilki pengharapan yang sebenarnya ada didepan kita. Ingat, setiap hari selalu ada pengharapan baru. Hari ini sebesar apa kepercayaan untuk bisa sampai dalam kenyataan yang kamu harapakan?.

Ketika kamu menaruhkan kepercayaan dalam hati kamu, berarti kamu sudah setengahnya masuk dalam mimpi itu, dan ketika kamu terus mengejarnya kamu akan sepenuhnya menerima itu. Kamu tidak pernah sendiri dalam berlari, ingatlah kepada [enciptamu yang selalu membuat kamu kuat. Dan ingatlah orang-orang disekelilingmu yang selalu mendukung kamu. Jangan sampai kita mengasihani diri kita kita sendiri, karena kita diciptakan untuk menjadi pemenang.

Untuk apa kita jadi pemenang kalau kita tidak punya mimpi? Untuk apa kita berlari kalau kita tidak punya tujuan? Untuk apa kita kerjar target kalau kita tidak pernaha menetapkan sebuah target. Mari kita menyadarkan diri kita, dan mulai memiliki mimpi dan bangunlah karena cepat atau lambat yang menentukan semua itu adalah kamu.

Jangan selalu bertanya ‘kapan’ dan ‘kapan’ ?? tetapi mulailah bertanya ‘bagaimana’, karena kamu tidak akan bertindak apa-apa jika hanya bertanya ‘kapan’. Tetapi jika kamu mulai menyadari bagaiman caranya dan mulai masuk dalam proses tersebut maka kamu akan melihat dengan mata kamu sendiri hasil tersebut.

Lakukanlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan, karena sebenarnya segala sesuatu memang kembali pada Tuhan.

Milikilah ambisi itu tetapi jangan jadi ambisius, milikilah mimpi itu tetapi jangan jadi pemimpi saja, milikilah harapan itu tetapi jangan mengharapkan saja, tetapi lakukanlah bagian kita !

Bermimilah tetapi ingat untuk bangun, dan mulailah lakukan bagian kita !

Tetap percaya dan semangat !


belajar 'PANGGILAN' dari Rick Warren


Setiap orang akan menoleh ketika namanya dipanggil, panggilan terkadang membuktikan apakah kita seorang yang merespon dengan benar atau bahkan hanya diam atau menyimpang. Panggilan menjadi awal seseorang untuk menghampiri. Panggilan menjadi dasar untuk merespon, tidak mungkin kita merespon tanpa kita mendengar panggilan.

Rick Warren lahir di San Jose, California, Amerika Serikat, 28 Januari 1954; umur 56 tahun adalah pendiri Gereja Saddleback di Lake Forest, California, yang merupakan gereja terbesar ke-8 di Amerika Serikat. Selain sebagai pendeta Rick Warren juga menulis buku yang berjudul The Purpose Driven Church, buku ini telah terjual sebanyak lebih dari satu juta buku dalam 30 bahasa, dan dinyatakan sebagai buku kristiani yang telah mengubah sejarah. Selain buku tersebut Rick Warren juga menulis buku yang berjudul The Purpose Driven Life (Hidup yang Digerakkan Oleh Tujuan), yang telah terjual lebih dari 30 juta buku, dan menjadikan dia sebagai seorang penulis buku bestseller New York Times.(http://id.wikipedia.org/wiki/Rick_Warren)

Sebagai strategi global, Dr Warren menasihati para pemimpin di publik, swasta, dan sektor iman pada pengembangan kepemimpinan, kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan iman dalam budaya. Dia telah diundang untuk berbicara di PBB, World Economic Forum di Davos, Uni Afrika, Dewan Hubungan Luar Negeri, Harvard Kennedy School of Government, TIME's Global Health Summit, dan berbagai kongres di seluruh dunia. majalah TIME menyebut dia salah satu dari "15 Pemimpin Dunia Siapa yang paling penting di tahun 2004" dan pada tahun 2005 salah satu dari "100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia" Juga., tahun 2005 US News & World Report menyebut dia salah satu dari "25 Pemimpin Amerika Terbaik”.

Sebagai seorang teolog, Dr Warren telah mengajar di Oxford, Cambridge, Universitas Yudaisme, Evangelical Theological Society, dan banyak seminari dan universitas. enam Nya buku dikenal untuk menjelaskan teologi dengan cara-cara mudah dipahami dan telah diterjemahkan ke lebih dari 50 bahasa. Dr Warren mengatakan ia mengajarkan teologi tanpa menggunakan istilah-istilah teologis dan orang-orang mengatakan itu adalah teologi. Buku terakhirnya, The Purpose Driven Life laris dalam sejarah Amerika, menurut Publisher's Weekly. 90 persen dari pendapatan royalti mereka untuk amal, yang melayani orang yang hidup dengan HIV / AIDS dan pemimpin kereta api di negara-negara berkembang.

Rick Warren salah satu orang yang setia dengan panggilan hidupnya, yang akhirnya hidupnya berdampak besar bagi banyak orang bahkan negara-negara. Sebuah kesetiaan kita atas panggilan hidup akan menghasilkan dampak yang lebih dari apa yang kita pikirkan, karena itulah yang menjadi janji-NYA. Apakah panggilan Tuhan atas hidupmu? Kerjakanlah dengan maksimal supaya kita memperoleh maksimal juga.

Roma 9:11 Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya. Rencana Allah akan digenapi berdasarkan ‘panggilan-NYA’, lebih dari sebuah nama yang indah, panggilan Tuhan atas hidupmu begitu besar dan menjadi bukti jika Tuhan ingin memakai kita dalam karya besarnya. Sadarilah secepat mungkin akan “panggilan Tuhan”. II Petrus 1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Hidup dalam panggilan memerlukan kesungguhan hati agar kita tidak pernah tersandung, namun sebenarnya tidak ada alasan kita untuk tidak berjalan dalam panggilan Tuhan, hanya terkadang diri kitalah yang membatasi Tuhan bekerja dalam hidup kita. Setiap keterbatasan kita sebenarnya menjadi alasan kita untuk bergantung kepada Tuhan, dan setiap apa yang Tuhan berikan sebenarnya tidak pernah terbatas.

Panggilan dimulai dari sebuah kemauan bukan kemampuan

Panggilan menunggu respon kita, bukan kemampuan yang Tuhan mau melainkan kemauan. Efesus 1:18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus. Setiap orang telah Tuhan berikan kemampuan yang berbeda-beda. Lain halnya kemampuan untuk mengenal DIA, karena mengenal DIA adalah sebuah anugrah dan anugrah adalah suatu hal yang sebenarnya tidak layak untuk kita dapatkan.Kemampuan ada dalam setiap diri kita, beberapa diantaranya membiarkan kemampuan tersebut tanpa diasah dan dikembangkan dan akhirnya menjadi sebuah ketidakmampuan. Potensi atau kemampuan terkadang sangat diinginkan sekali oleh banyak orang tanpa mereka sadari bahwa setiap mereka memiliki kemampuan tersebut. “Tuhan mencari orang mau bukan yang mampu” namun apa jadinya jika seseorang tersebut memiliki kemampuan dan kemauan? Pasti hasil yang didapat akan lebih maksimal. Kemampuan muncul dari sebuah kemauan, kemauan seseorang itulah yang menimbulkan seseorang itu menjadi bisa melakukan dan akhirnya ia akan mampu untuk terus melakukannya. Kemampuan harus disertai kemauan! Banyak anak muda yang memiliki kemampuan secara talenta, ada yang memiliki vocal indah, menari, drama, bermain musik, menulis, dsb karna sebenarnya begitu banyak dan bermacam-macam yang Tuhan berikan atas kita. Dan yang menjadi pertanyaannya adalah “apakah kita memiliki kemauan untuk mengembangkannya?. Roma 11:29 Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya. Itulah janji-NYA atas hidup kita, Tuhan tidak sedikitpun menyesal telah membawa kita dalam panggilan-NYA, jika panggilan Tuhan atas hidup kita begitu besar maka sadarilah bahwa itu hanyalah kasih karunia-NYA

Tuhan berkenan atas panggilan-NYA untuk kita, mungkin kita terpanggil lewat talenta atau potensi yang ada pada kita. Ketika kita menyadari untuk sebuah kemampuan apakah kita memiliki kemauan juga?

Efesus 4:1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Paulus salah satu orang yang terpanggil untuk melayani Tuhan dengan habis-habisan namun setiap responnya yang maksimal menuai penggenapan janji Tuhan. Hendakalah hidup kita berpadanan dengan panggilan yang Tuhan tentukan atas hidup kita.

Filipi 3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Secepat apa respon kita terjhadapa panggilan Tuhan? Apakah kita hanya mengangguk atau diam atau berlari mengejarnya?

II Timotius 1:9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman

Ada banyak kesulitan yang kita dapati dalam hidup kita yang sepertinya sulit untuk memandang sebuah panggilan dan berjalan didalamnya, Dia memanggil kita bukan berdasakan perbuatan dan usaha kita melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-NYA. Apakah kita menyadari akan sebuah kepastian dalam setiap perkara. Tuhan menjadikan segalanya sempurna, jika apa yang saat ini anda lihat begitu tidak pasti namun berbeda dengan apa yang Tuhan tetapkan. Siapa yang akan mendahului segala sesuatunya untuk mengakhiri selain diri anda sendiri. Apa yang menjadi alasan kita untuk ragu dengan setiap apa yang ada. Ketika anda melihat sekeliling anda yang terkadang meragukan panggilan tersebut tapi ketahuilah yang membuat demikian adalah pikiran diri anda sendiri, jika anda memikirkan hal besar tentang panggilan maka keputusan kita hanyalah respon yang benar. Begitu penting sebuah pemikiran yang besar tentang panggilan.

Tuhan memberikan pilihan dalam hidup anda, apakah anda dapat mengembalikan pilihan itu kepada Tuhan. Orang yang berjalan dalam panggilan adalah orang yang selalu mengambil keputusan dengan melihat dampak yang akan yang akan terjadi.