Showing posts with label arahan. Show all posts
Showing posts with label arahan. Show all posts

Wednesday, February 9, 2011

awal dan akhir


Tuhan telah menjadi tempat awal dan terakhir..

Banyak hal yang tidak bisa terkatakan ketika saya sengaja bertemu dengan sahabat ataupun orang-orang yang terdekat dengan saya, namun sulit mengungkapkannya. Terkadang saya berpikir keras tentang kata-kata yang lebih dari yang saya rasakan, tapi sangat sulit menemukannya.

Saya hanya manusia yang masih memiliki perasaan, yang terkadang pun masih menyalahkan perasaan. Sempat saya bertanya pada Tuhan ‘mengapa Kau ciptakan perasaan jika manusia hanya merasakan kekesalah,kekecewaan, sakit hati dan perasaan-perasaan lain yang membuat terpuruk?’ Tapi ternyata bukan dititi ‘perasaan’ lah yang seharusnya disalahkan, tapi lihatlah pada pikiran kita, karena ternyata pikiran yang akhirnya memerintahkan perasaan untuk mendalami sebuah hal yang mungkin seharusnya tidak kita dalami lebih lagi.

Banyak hal yang membuat saya bertanya-tanya, bingung, aneh dan hal lainnya yang lagi-lagi tidak terkatakan. Tapi benar, Tuhanlah yang akhirnya kembali membuat saya memahami arti sebuah tujuan yang harus dicapai bukan sekedar menggunakan perasaan tapi sebuah kepercayaan yang kuat. Sebuah kepercayaan akan membawa saya pada garis akhir yang sebenarnya bisa dengan cepat saya lalui.

Memang hanya Tuhan-lah yang menjadi tempat awal dan akhir,karena segala sesuatunya dimulai dari-Nya dan akan berakhir dalam-Nya.

Tuesday, February 1, 2011

respon,fokus,ego


Setiap hal yang telah terjadi mengundang respon bermacam-macam.

Mungkin saja air mata, senyuman, memejamkan mata, menarik nafas dalam-dalam, atau bahkan tertawa terbahak-bahak.Banyak respon yang bisa terjadi dengan sesaat.

Namun,untuk kali ini..sesaat saja ijinkan saya berpikir tentang ‘hilangnya sebuah pengharapan’ dan apakah respon kamu ketika mendengar kalimat ini?

Bagi saya, saya tidak merespon apa-apa, meski mungkin sedikit mengerungkan alis sebelah. Tidak pernah ada harapan yang hilang! Karena pengharapan tidak pernah mengecewakan, yang mengecewakan adalah keputusan hati kita. Hati kitalah yang akhirnya memutuskan untuk berperasaan “kecewa”

Ayo buka mata kita lebar-lebar, hingga kita tersadarkan…mulailah merespon dengan benar! Ingat,focus itu ditujukan untuk sebuah tujuan bukan untuk sebuah keegoisan.

Hari-hari ini saya belajar apa itu ‘egois’ dan apa itu ‘respon’ dan apa itu ‘fokus’.

Tiga hal yang cukup dekat kaitanya, dan sulit membedakan antara focus dan egois jika kita tidak mengawali dengan respon yang benar.

Pilihannya adalah merespon dengan benar membawa kita pada focus yang benar dan tidak menjadikan kita egois, atau Keegoisan yang membawa respon tidak benar hingga tidak pernah bisa menajdi focus.

Wednesday, October 6, 2010

masih ada pengharapan


Sebuah penyerahan yang mudah dikatakan dimulut tapi sulit melakukannya ketika titik itu mulai menghampiri bahkan semakin mendekat, yang pada akhirnya menuntut kita memutuskannya.
awan mungkin saja berubah menjadi kelabu, dan matahari berkurang teriknya, bahkan daun tiba-tiba mengering dalam sekejap,tapi perasaan tidak ada yang mengubahnya kecuali hati kita sendiri.
Kekecewaan, sakit hati terlalu sering menjadi kendala untuk kita menyadari bahwa kita masih punya harapan. Apa yang kita lakukan dan rasakan ketika kita sedang kecewa dan sakit hati,,hanya menangis dan mengasihani diri sendiri..mungkin..

Kemarin terdengar disampingku seorang perempuan berkata :

“saya sakit hati karena selam ini dia membohongi saya, seolah-olah dia memperhatikan saya padahal hatinya jauh..terlalu sering dia menyakan kabar dan menyapa dengan nada lembutnya, tapi semua sia-sia ketika saya menyadari bahwa sebenarnya dia menyukai orang yang terdekat denganku”


Dan saat ini terdengar disampingku seorang laki-laki berkata :

“saya cukup kecewa dengan seorang wanita yang menolak saya dengan caranya yang lembut,lebih baik dari awal dia tidak memberikan pengharapan apa-apa,bahkan lebih baik saya tidak mengenalnya”

Kita bisa menebak seperti apa hati mereka, tapi ingatlah ITU HANYA SEMENTARA..


Jangan terus berfikir bahwa kamu tiak memiliki pengharapan.

Jika kita sudah melihat apa yang kita harapkan brarti itu bukanlah pengharapan, karena pengharapan adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Bermimpilah dan percaya pada pengharapan, karena sebenarnya PENGHARAPAN itu TUHAN, apapun yang kita harapkan itu berawal dari hati Tuhan.


Untuk sejenak mari kita diam dan berfikir jernih tentang perngharapan, dan ingatlah Tuhan mampu membalut setiap rasa luka dihati dan mampu mengubahnya. Tidak perduli apa alasan rasa sakit hati anda, baik itu kecewa terhadap keluarga, pasangan anda, study, teman-teman, ato bahkan kecewa dengan orang yang baru kita kenal meski tidak mungkin tapi itulah perasaan yang bermula dari hati, semua tidak diduga tapi bisa diubah.


Serahkan setiap kekhawatiran dan kekecewaan .. dan lihatlah pada pengharapan.

Monday, July 19, 2010

macet total

spontan cuma bilang "hari apa ini?" padahal udah jelas-jelas saya tahu bahwa ini hari Senin tanggal 19 Juli 2010. Tapi kejadian hari ini agak membuat saya sedikit jengkel.
Sedikit mau bercerita tentang hari ini, pagi-pagi bangun jam 06.30 (maklum pengangguran) dan langsung beres-beres rumah. Karna kerjaan udah pada beres, saya mulai menghidupkan laptop dan mulai menjelajah dunia lewat layar datar didepan muka saya. Ga kerasa udah jam 15.00 waktunya untuk bergegas dan siap-siap kuliah, dan dalam hati saya hanya menegaskan pada diri saya sendiri bahwa hari ini kudu kuliah karna minggu depan udah UTS. Tapi begitu saya mau mandi, ngantuk berat mulai merajai mata saya. Dan rasanya ini udah ga bisa ditahan, hmmm..kuliah kan masuk jam 17.00 dan karna kuliah saya kelas malam jd kalo telat ga akan kena sanksi apa-apa, ya udah saya mulai berbaring dan berencana tidur sampe jam 16.00 lumayanlah sejam tidur.

Astaga.....! jam 17.00, kelebihan sejam tidurnya euy..langsung buru-buru kekamar mandi bukan untuk mandi tapi cuma cuci muka dan ganti baju alias kaga mandi karna udah mepet banget.

Sukarno-Hatta lewat....Samsat lewat....Binong lewat.....
Dan begitu sampai daerah Kiara condong..tiba-tiba macet dan macet lebih macet...
Kunaon ieu ey...ga biasanya sampe segini, biasanya cuma 1/2 jam saya dijalan dan sampai dikampus..tapi ini udah 1 setengah jam berlalu. Wah, langsung saya sms teman kuliah saya dan menyakan apakah dosennya sudah mengajar, dan jawabnya adalah 'udah selesai' dan saya berfikir ya udah deh saya ikut kuliah yang jam ke-2 kan mulainya jam 19.00.
Ternyata dosen jam ke-2 tidak hadir...halah, mo ngapain jadinya..akhirnya saya turun dari angkutan kota karna sudah pusing 2jam berada diangkot dan mampir ke supermarket buat beli obat jerawat berhubung jerawat saya lagi kambuh. Okey, selesai mampir..hujan deras menerpa..saya diam dipinggir supermarket sambil cemilan dan ngotak ngatik Hp..sejam nungguin hujan tapi ga reda-reda, langsung saya berlari untuk naik angkot...tapi ga ada angkot yang lewat karna macet masih menyelimuti daerah kampus saya yaitu Jl. Jakarta, ternyata selidik punya selidik dari informasi..macet merajalela di sekitar Jl. Jakarta, Kircon, Antapani, Supratman, Cicadas, Cicaheum..ampun !

Ternyata....Macet itu diakibatkan karna "lampu lalu lintas di perempatan mati". Sebenarnya ini sering terjadi, saya sering mengalami dan melihat ini, ini benar-benar terjadi dan cukup sering. Cuma saya bingung, apakah ini bagian saya juga buat mengadu kepada kepolosian dan Pemerintah Kota..Sempat saya ingin memotret kekacauan yang saya lihat barusan, tapi karna malam hari jadi hasil fotonya kurang jelas. Padahal kalau lihat aslinya, wuih saya cuma bisa kerung dan .... no comment.

Dan akhirnya saya harus berjalan sampai nemu angkot dijalan yang udah lumayan lancara..kira-kira 150 meter saya berjalan dan akhirnya menemukan angkot dan sebaliknya macet tetap bisa terhindarkan. Tiba dirumah jam 21.30. Bisa bayangin dari jam 17.00 sampai 21.30 hanya habis dijalan, ga ada hasil selain obat jerawat tadi. Huft, AADB..Ada Apa Dengan Bandung?. Yang saya tahu ini kota Bandung tercinta bukan Jakarta..dan jangan sampai seperti Jakarta.

Akhir kata untuk Pemerintah Kota Bandung yang terkasih, saya mewakili masyarakat kota Bandung ingin supaya Pemerintah bisa memperhatikan lalu lintas dikota Bandung, jangan sampai hanya menampung keluhan tapi harusnya memberikan solusi yang cepat dan tanggap. Tapi bagaimanapun...i love Bandung, i bless Bandung