Wednesday, November 9, 2016

Dia adalah Kasih


Hidup ini ternyata begitu rumit, bagi mereka yang sulit menyempatkan untuk tersenyum.
Namun sebagian dari mereka juga melihat hidup ini indah.
Mengapa mereka bisa tersenyum setiap hari? 
Apakah senyuman mereka hanya tipuan setiap harinya?
Mengapa mereka bisa tertawa lepas, 
bahkan terbahak-bahak dihadapan manusia yang sedang mengadu angan dengan tiupan angin.
Aku berjalan, perlahan tapi tak pasti. 
Karna terkadang aku tak memahami banyaknya kerikil yang mengganggu, 
banyaknya titik hujan yang menusuk asa.
Selepas ku duduk, kulihat ada Dia yang disampingku.
Aku tak sadar berapa lama ia mengikutiku
Mataku seperti rabun, membuat pandanganku kabur melihat wajahnya, entah siapa Dia..
Seketika aku melihat pelangi, ya..pelangi sahabat indah bagi sang hujan, meski mereka tak selalu datang bersamaan, namun kaitan tak bisa membohongi persahabatan mereka, hujan dan pelangi..
Aku kembali berdiri, menghampiri dekat Dia, berusaha mengenal sosok Dia
Ternyata, Dia..
Sebenarnya Dia selalu ada
Dia selalu mendampingi
Dia selalu tau keadaanku
Dia selalu tersenyum
Dia selalu berusaha untukku
Dia hanya butuh kehadiranku
Itu menjadi alasanya untuk selalu mengikutiku


dan Dia adalah Kasih.