Sunday, April 3, 2011

berlarilah,meski tanpaku..
















Hujan kembali menyapa aku malam ini,

Ada apa? Tanyaku…

Padahal aku sendirilah yang tahu jawaban itu,

Mengapa perlu kutanyakan pada siapa yang tidak mengerti..

Aku tidak mengatakan siapa yang bodoh,

Hanya saja,lihat seberapa engkau mengerti ini semua?

Ternyata, waktu telah memperlihatkan tentang siapa dirimu..

Aku mengenalmu lebih dari kamu mengenalnya,

Tapi apapun tujuanmu,kejarlah..

Tak usah lagi pedulikan perhatian yang belaka,

Lihatlah titik pengharapanmu

Dan kamu akan melihat titik itu hingga dekat,

Sampai pada akhirnya kamu semakin menjauh dariku,

Dan semakin dekat dengan titik itu..

Selamat berlari !

Aku pun akan berlari, meski titik pengharapan kita berbeda..

Wednesday, March 9, 2011

Karna aku (tidak) lelah..


Apa yang kau katakan tentang diriku saat ini? Maaf, jika tidak ada senyum tulus dariku, telah banyak waktu yang kuhabiskan dengan terdiam. Mungkin saja kau tau, apa yang sebenarnya membuatku seperti ini. Aku hanya ingin ketenangan. Sempat aku tidak kuat dengan setiap kondisi ini, mungkin kau pun tau.

Banyak yang kau tau tentang ceritaku, tapi maaf jika kali ini aku tak bisa tersenyum tulus untukmu. Ijinkan aku sejenak bersandar dibahumu..

Karna aku (tidak) lelah..

Terima kasih untuk setiap perkataanmu yang kembali memberi arti sebuah semangat bagiku. Aku tahu, aku tidak berjuang sendiri. Aku sangat merasakan doa yang kau beri untukku, meski kau tidak pernah mengatakannya.

Aku cukup (tidak) lelah, rasanya kelelahanku saat ini sudah tak tertahankan. Aku tau kau tidak pernah mengumbar perhatianmu tapi pengertianmu cukup membuatku mengerti. Maaf, jika air mataku membasahi bahumu, tapi ini cukup membuatku mengerti siapa dirimu. Meski kondisi sangat memeras tenagaku, menyita air mataku, menggores setiap perasaanku..tapi kehadiranmu cukup menenangkanku.

Aku mengerti bahwa segala sesuatu indah pada waktunya, meski kini belum kutemui waktu-waktu itu, tapi kepercayaanku yang membuat aku telah merasakannya.

Aku mengerti bahwa segala sesuatunya terjadi atas perkataan Tuhan, bukan perkataan manusia. Semuanya telah terjadi, meski rasanya bagai ombak yang mencekam..tapi semuanya mendatangkan kebaikan.

Saat ini dirimulah yang menjadi saksi bahwa aku telah berserah atas segala sesuatu yang telah Tuhan rencanakan.

Terima kasih karna kau selalu menemani aku dalam langkah-langkah yang sulit, tapi kehadiranmu membuatku tidak putus asa, bahkan jika suatu waktu kau tidak lagi menemaniku..aku akan tetap setia dengan rencana-Nya…

Thursday, March 3, 2011

cerita indah


entah itu kau sadari atau tidak
setiap cerita selalu kau lukiskan
cerita tentang harapan, keindahan, dan kasih

malam ini aku sangat bersahabat dengan namanya

entah mengapa,
namanya selalu tiba-tiba tertulis dalam cerita-ceritaku

jika suatu kelak,bukan sekedar nama..

melainkan dirimu yang hadir dalam cerita hidupku,
maka hidupku menjadi sebuat CERITA INDAH selamanya

Wednesday, March 2, 2011

mentariku


Pagi ini aku ingin bercerita,

Pada mentari yang lebih dulu menyambut aku

Dengan kehangatan sinarnya mengingatkan aku akan sesuatu

Sesuatu tentang kasih yang tidak pernah hilang

Meski kadang pun mengingatkan kasih yang pernah hilang dengan tiba-tiba

Tapi itu tidak menjadi penghalang untuk aku terus memiliki kasih

Mentari, banyak ceritaku pagi ini..

Tentang beberapa perasaan yang membingungkan

Tentang hal-hal yang sulit aku mengerti

Tentang kata-kata yang ingin aku ucapkan

Tentang sebuah harapan yang selalu kupegang

Tentang mimpi yang kunantikan hingga menjadi nyata

Mentari, telah mengiringi setiap langkahku

Mengikutiku dengan setia

Meski satu waktu aku menyerah,

Tapi kesetiaanmu menyadarkan aku untuk kembali berlari

Mentari, akan aku buktikan kesungguhan hatiku

Untuk menggapai semua jawaban dari semua ceritaku pagi ini..

Tuesday, February 22, 2011

perasaan itu tidak pernah salah


Tidak ada yang salah jika perasaan itu pernah ada, dan tidak ada yang perlu disesali ketika semua tidak seperti yang kita inginkan. Semua ada hasilnya, tergantung kita melihatnya dan memasukkannya dalam hati. Bagaimana dengan keadaanmu saat ini? Jika sangat maksimal, bersyukurlah jika kamu pernah merasa tersakiti, karena hal itulah yang akhirnya membuat kamu saat ini lebih baik, bahkan dewasa.




“ lihatlah setiap letak-letak yang pernah kita tempati

disanalah terkadang anganku semakin nyata

meski hanya sesaat..

kita menaruhnya dengan bersamaan,

meski kita melupakannya secara terpisah..

tidak tahu sampai kapan,

tapi aku percaya

akan ada masa dimana kita sama-sama tersenyum,

meski tidak ditempat yang sama

bahkan kita tidak bisa saling tahu

sebenarnya tembok itu tidak pernah ada,

tapi maaf jika aku sengaja membangunnya

hanya untuk tidak melihatmu lagi,

bukan karena aku ingin melupakanmu

tapi karena sebuah perasaan yang salah

dan akhirnya disatu waktu,

hembusan angin menyentakku..

bahwa perasaan itu tidak pernah salah,

sampai kapan ?

sampai Kaulah yang menegaskannya..”

Wednesday, February 9, 2011

awal dan akhir


Tuhan telah menjadi tempat awal dan terakhir..

Banyak hal yang tidak bisa terkatakan ketika saya sengaja bertemu dengan sahabat ataupun orang-orang yang terdekat dengan saya, namun sulit mengungkapkannya. Terkadang saya berpikir keras tentang kata-kata yang lebih dari yang saya rasakan, tapi sangat sulit menemukannya.

Saya hanya manusia yang masih memiliki perasaan, yang terkadang pun masih menyalahkan perasaan. Sempat saya bertanya pada Tuhan ‘mengapa Kau ciptakan perasaan jika manusia hanya merasakan kekesalah,kekecewaan, sakit hati dan perasaan-perasaan lain yang membuat terpuruk?’ Tapi ternyata bukan dititi ‘perasaan’ lah yang seharusnya disalahkan, tapi lihatlah pada pikiran kita, karena ternyata pikiran yang akhirnya memerintahkan perasaan untuk mendalami sebuah hal yang mungkin seharusnya tidak kita dalami lebih lagi.

Banyak hal yang membuat saya bertanya-tanya, bingung, aneh dan hal lainnya yang lagi-lagi tidak terkatakan. Tapi benar, Tuhanlah yang akhirnya kembali membuat saya memahami arti sebuah tujuan yang harus dicapai bukan sekedar menggunakan perasaan tapi sebuah kepercayaan yang kuat. Sebuah kepercayaan akan membawa saya pada garis akhir yang sebenarnya bisa dengan cepat saya lalui.

Memang hanya Tuhan-lah yang menjadi tempat awal dan akhir,karena segala sesuatunya dimulai dari-Nya dan akan berakhir dalam-Nya.

Tuesday, February 1, 2011

respon,fokus,ego


Setiap hal yang telah terjadi mengundang respon bermacam-macam.

Mungkin saja air mata, senyuman, memejamkan mata, menarik nafas dalam-dalam, atau bahkan tertawa terbahak-bahak.Banyak respon yang bisa terjadi dengan sesaat.

Namun,untuk kali ini..sesaat saja ijinkan saya berpikir tentang ‘hilangnya sebuah pengharapan’ dan apakah respon kamu ketika mendengar kalimat ini?

Bagi saya, saya tidak merespon apa-apa, meski mungkin sedikit mengerungkan alis sebelah. Tidak pernah ada harapan yang hilang! Karena pengharapan tidak pernah mengecewakan, yang mengecewakan adalah keputusan hati kita. Hati kitalah yang akhirnya memutuskan untuk berperasaan “kecewa”

Ayo buka mata kita lebar-lebar, hingga kita tersadarkan…mulailah merespon dengan benar! Ingat,focus itu ditujukan untuk sebuah tujuan bukan untuk sebuah keegoisan.

Hari-hari ini saya belajar apa itu ‘egois’ dan apa itu ‘respon’ dan apa itu ‘fokus’.

Tiga hal yang cukup dekat kaitanya, dan sulit membedakan antara focus dan egois jika kita tidak mengawali dengan respon yang benar.

Pilihannya adalah merespon dengan benar membawa kita pada focus yang benar dan tidak menjadikan kita egois, atau Keegoisan yang membawa respon tidak benar hingga tidak pernah bisa menajdi focus.

Monday, January 17, 2011

menutup mata




ijinkan aku untuk menutup mataku dan mulutku..
hanya sejenak..
hingga menemui waktu
sampai aku merasa telah lepas dari kehampaan

jauhkan setiap teriakan dan tangisan..
bukan kekosongan yang aku cari

tapi kasih yang kuat,
aku menanti itu kembali

Friday, January 14, 2011

ketulusan



cerita seorang wanita :

"Saya sedikit terkejut ketika melihat sesosok pria yang duduk diujung jok sebuah angkot..mukanya sangat jelas saya kenali, dan tiba-tiba jantung saya terasa cepat berdetak dan menarik nafas dalam-dalam. Segera saya sms orang tersebut (untuk memastikan) apakah orang yang ada di angkot sebelah itu adalah dia, tiba-tiba sms pun dibalas..jauh dari dugaan saya, ternyata dia sedang berada jauh dan orang yang ada diangkot itu bukan dia. Cukup sedih, karena jika itu adalah dia mungkin saya segera turun dan menghampiri dan mengajak dia ngobrol. Anda tahu, mengapa saya begitu mengharapkan bisa mengobrol dengannya? Tidak seorang pun yang tahu tentang sebuah perasaan yang sampai sekarang masih saya pendam. Saya cukup mengaguminya dan selebihnya. Dia cukup menyita ruangan dihati saya yang sempit ini. Terlalu banyak kertas yang saya coret-coret dengan tulisan sebuah nama, yaitu nama dia. Oh, Tuhan sampai kapan ini terungkap? tapi disisi semua itu, saya cukup menyimpan banyak kekecewaan..karena saya cukup tahu semua tentang hidupnya termasuk wanita yang dia sukai, ini cukup menusuk saya."

Apakah anda tahu tentang arti 'cinta tulus' ?
Cinta tulus adalah cinta yang tidak pernah dibatasi dengan apapun, kekecewaan tidak akan pernah menghentikan rasa kasih tersebut. Ketulusan tidak pernah memaksa, termasuk memaksa untuk dia bisa menerima kita..perih tapi itulah ketulusan. Ketulusan tidak pernah membenci, meski suatu kali dia begitu terpesona terhadap orang lain didepan kita sendiri. Dan ternyata ketulusan pun yang akhirnya menjagai kesetiaan kita, ketulusan akan membuktikan sebuah kesetiaan yang teruji. Mungkin tidak ada yang tahu kita tulus dan setia termasuk dia, tapi ingatlah Tuhan menghargai dan melihat itu sangat tajam.

Meski terluka, kecewa, perih tapi tetaplah setia mengasihi, karena itulah ketulusan cinta.

Wednesday, January 12, 2011

lebih baik pergi


Ternyata ini cukup membuat saya duduk diam dan menarik nafas dalam-dalam. Waktu ini adalah waktu dimana saya benar-benar terdiam dan tidak tahu apa yang harus saya tulis. Sejenak saya menenangkan pikiran dan hati. Tetapi lagi-lagi, hanya kesedihan yang menemani.

Ketika detik jam dihadapan terus berjalan, mencoba memaksa saya untuk sadar..tapi, air mata tidak dapat membohongi perihnya hati. Saya benar-benar telah keliru dengan keadaan. Meski saya tidak merasa sendiri, tapi tidak satu kata pun yang bisa saya ungkapkan, dan rasanya mereka pun tidak terlalu peduli dengan keadaan ini.

Jika kehadiran mereka tetap membuat saya terdiam, mengapa saya harus tetap ada disini?
ataukah lebih baik saya pergi..?