Monday, August 9, 2010

seberapa besar?


Kemarin saya berjalan dipinggiran jalan yang tidak jau dari rumah saya, dan tidak sengaja saya melihat sebuah batu kecil yang membuat saya tertarik untuk mengambilnya. Taukah kamu batu itu kecil namun sangat indah. Warnanya abu-abu mengkilap dan bercorak garis. Ada hal yang membuat saya sangat tertarik untuk mengambilnya yaitu bentuknya yang unik dan warnanya yang indah. Dan akhirnya saya pun memutuskan untuk membawanya kerumah.

Dan seberapa besar rasa ingin tahu kamu atas batu kecil itu? Dan seberapa besar keinginan kamu untuk melihatnya? Dan seberapa besar keinginan kamu untuk menilai dari sisi manakah indahnya batu itu?. Sebaiknya kamu menyimpan dahulu rasa ingin tahu itu.

Hari ini tidak sengaja saya menabrak seorang anak kecil yang sedang berlari, dan ia pun terjatuh didepan saya. Ia menangis dan secepatnya saya minta maaf dan menolongnya. Ketika ia mengulurkan tanggannya, saya melihat sebuah gelang yang melingkar ditangannya, rasanya model gelang itu sepertinya baru pertama kali saya lihat. Gelang itu berwarna putih dan bercorak hitam dan sangat indah, anak itupun tersenyum sambil menjelaskan mengenai orang yang memberikan gelang itu kepadanya. MElihat dari ceritanya sepertinya orang itu sangat special dalam hidupnya, ia sangat membanggakan orang tersebut. Bahkan ia tidak menghentikan ceritanya hingga saya hanya mengelus kepalanya dan berkata “nanti, lain kali kita lanjutkan ceritanya ya..”. Dan ia hanya berkata “kamu tidak tahu,betapa bangganya saya terhadap orang yang memberi gelang ini..”

Dan seberapa besar rasa ingin tahu kamu atas seseorang yang memberikan gelang itu, dan apakah kamu ingin segera melihatnya, bahkan mengenalinya?. Sekali lagi sebaiknya kamu menyimpan rasa ingin tahu itu.

Esok saya akan berulang tahun, saya tahu ibu sudah membelikan sebuah kado untuk saya dan ia menyimpannya dimeja belajarku. Sangat besar rasa ingin tahuku untuk sebuah hadiah dari ibu. Aku tahu bahwa ibu mengetahui setiap kebutuhanku, namun kali ini rasanya sulit untuk menebak benda yang ada dalam kotak tersebut. Sebelumnya, ibu bertanya banyak hal pada diriku salahsatunya adalah pertanyaan mengenai harapanku ditahun ini,namun sepanjang hari ini saya hanya memilki rasa ingin tahu itu akan sebuah kotak tersebut.

Dan seberapa besar rasa ingin tahumu akan sebuah hadiah tersebut? Kamu belum tahu apa fungsi benda itu, bentuk dan warna namun kamu telah memilki rasa ingin memeilki hadiah itu bukan..?

Ternyata hadiah itu hanya berisi sebuah buku “seberapa besar rasa itu”

Kemarin, hari ini dan esok dan setiap harinya selalu saja kita memiliki perasaan ingin tahu,dan hanya kita sendirilah yang bisa mengukur seberapa besar rasa ingin tahu itu.

Dua ribu tahun lalu, Seseorang hidup tanpa dosa..dan seberapa besar rasa ingin tahumu tentang alasan mengapa Ia tidak berdosa?. Ia hidup dengan kesederhanaan, namun setiap hal yang dilakukan-Nya selalu menjadi pusat perhatian, bahkan setiap orang berbondong-bondong untuk dapat menyentuhnya..seberapa besar rasa ingin tahumu untuk mengetahui mengapa Ia menjadi pusat perhatian?.Suatu waktu yang telah ditentukan Ia mau menyerahkan diri-Nya kepada pemerintahan yang akan menghukumNya tanpa sebuah pelanggaran, Ia yang hidup tanpa dosa..mengapa harus dihukum? seberapa besar rasa ingin tahumu mengenai alasan mengapa Ia mau melakukannya?. Disepanjang jalan menuju tanah penyaliban hanya darah yang mengalir dan desah nafas yang sangat letih dan kesakitan, seberapa besar rasa ingin tahumu mengenai kesakitan yang diderita-Nya?. Dan sebuah paku menembus telapak tangan-Nya disertai curahan darah yang tidak berhenti, tidak hanya kedua tangan-Nya namun kepala yang dimahkotai duri tajam, tubuh yang sudah hampir hancur karena cambuk berduri tajam yang menggoreskan banyak luka yang menembus daging-Nya.. seberapa besar rasa ingin tahumu mengenai apa alasan dan tujuan sebenarnya dari semua cerita ini..?. Disatu titik kemampuan-Nya untuk bertahan pun habis, mata-Nya hanya menatap keatas..dan seberapa besar rasa ingin tahumu mengenai apa yang sebenarnya Dia rasakan sepanjang berjam-jam tergantung diatas kayu itu. Seberapa besar rasa ingin tahumu akan sebuah alasan dari semua ini?.

“kamu” lah jawaban dari semua rasa ingin tahumu sendiri..

“kamu” yang menjadi alasan terbesar akan sebuah cerita ini,

“kamu” telah dibuat-Nya menjadi lebih besar dan

jauh melebihi dari rasa ingin tahu itu.

“kamu” adalah alasan terbesar dari sebuah pengorbanan-Nya

mungkin jika Ia bertanya “seberapa besar “kamu” mengasihi Aku?” Namun bukan tidak penting bagi-Nya untuk mempertanyakan hal tersebut,

karena “kamu” sudah lebih awal menjadi alasan pengorbanan-Nya.

Bukan sekedar untuk menebus dosa dan hidup diberkati,

namun juga demi kesempurnaan yang dapat “kamu” capai sama seperti yang telah Ia janjikan. Pengorbanan-Nya terlalu sempurna untuk hidupmu dan saya, KASIH-NYA membawa “kamu” menjadi alasan terbesar

Apakah kamu masih memilki rasa ingin tahu dari hal-hal

yang sebenarnya tidak terlalu penting, milikilah rasa ingin tahu terbesar untuk mengenal-Nya lebih dalam.

Karena pengenalan akan Tuhan tidak pernah terbatas.

kalah dan menang


Menyebutnya sebuah kekalahan karena berada dalam sebuah pertandingan, dan menyebutnya sebuah kemenangan karena berada juga dalam pertandingan. Tetapi sebuah kekalahan seringkali menjadi hal yang tidak diinginkan bahkan sulit untuk menerimanya.

Menerima kekalahan dengan sebuah air mata sudah biasa, tetapi mencoba untuk tetap tersenyum layaknya seorang pemenang dalam sebuah kekalahan rasanya sulit.


Mengalah bukan berarti kalah, dan mengaku menang belum berarti benar menajadi pemenang, kecuali jika ingin menang dalam sebuah penipuan.

Sebuah kemenangan dan kekalahan itu adalah hal wajar, tetapi yang terpenting bagaimanakah sikap kita dalam sebuah proses pertandingan tersebut.


Kejujuran dan kemurnian hati cukup membuktikan kita sebagai pemenang !

Wednesday, August 4, 2010

semua ada masanya


seperti apapun keadaanku saat ini,
aku tetap mengerti bahwa semua ada masanya..
meski saat ini sepertinya air mata menjadi sahabat,
tapi semua ada masanya..

mungkin saja esok, lusa ataupun bertahun-tahun,
tidak peduli jika itu memang yang terbaik..

Tuhan menyediakan masa memang untuk sebuah keindahan
Karena Ia menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya

Tuhan, aku hanya ingin setia dalam setiap masa..
karena tidak mungkin mengharapkan kesetiaan dari sebuah masa
Biarkan aku terus berlari, dari masa ke masa..
hingga Kau dapati aku tetap setia

Tuesday, August 3, 2010

bukan mencari yang terbaik, tapi menjadi yang terbaik


Mencari yang terbaik lebih mudah daripada menjadi yang terbaik..
apakah benar?
bukan waktu yang akan menjawabnya..tapi kesetiaanlah yang akan menjawabnya
ini tersirat untukmu,

ini aku...
bukan menginginkanmu menjadi yang terbaik..
tapi aku ingin menjadi yang terbaik untukmu..
jika kamu belum melihatnya..
setialah untuk bisa melihatnya..

Sunday, August 1, 2010

sebuah 'perasaan'


Sebenarnya kita sering mengatakan hal yang justru terbalik dari kalimat “aku tak pernah sendiri” karna beberapa kali saya bertemu dengan orang yang berwajah muram atau sedih dan berkata ‘saya merasa sendirian’. Dari sekian banyak orang, saya memperhatikan ternyata lebih banya yang berkata ‘saya merasa sendiri’ dibandingkan ‘saya sendirian’. Memang, manusia selalu memakai perasaan. Tapi terkadang karena terlalu larut dalam perasaan jadinya kita berada diposisi yang menjadi benar-benar menyakitkan padahal awalnya hanya perasaan kita. Apakah penting untuk selalu hidup didalam perasaan yang bersalah? Meskipun itu hanyalah ‘perasaan’ semata tapi dalam ‘perasaan’ itu juga seringkali kita terjebak. Ada cerita tentang persahabatan yang yang diakhiri dengan sakit hati, itu dimulai dari perasaan tidak dihargai. Ada cerita tentang sepasang kekasih yang akhirnya memutuskan untuk berpisah dalam hubungan yang tidak baik, itu dimulai dari perasaan ego masing-masing. Ada cerita tentang anak yang pergi dari rumah karena benci kepada orang tuanya, itu diawali dari perasaan anak yang dikekang. Ada lagi cerita tentang seorang pengemis yang kecewa karena tidak banyak yang memberi uang kepadanya, itu dimulai karena perasaan yang selalu mengasihani diri sendiri. Dan semua cerita dimulai dari perasaan, juga tentang kamu yang sedang membaca, itu dimulai dari perasaan.


Bagaimana perasaanmu hari ini, apakah sebuah perasaan akan membawa kamu pada hal yang semestianya tidak kamu lakukan?


Memang perasaan sulit untuk mengalah, tapi perasaan bukan menjadi hal yang akhir, karena akhir dari sebuah perasaan adalah keputusan. Sebuah krputusanlah yang akhirnya membawa kamu pada kemajuan atau kemunduran. Memiliki perasaan bersalah itu wajar, dan memilki perasaan paling benar juga wajar, tapi ingat akhir dari sebuah perasaan adalah keputusan dan tindakan.


Kita diciptakan untuk jadi pemenang termasuk menang dalam perasaan bersalah dan mau berubah. Jangan selalu mengasihani diri sendiri, karena seorang pemenang tidak layak untuk dikasihani, kecuali pemenang itu adalah seorang pecundang.


Apakah kita akan menjadi pemenang sementara atau hanya pemenang sementara?

Wednesday, July 21, 2010

rajawaliku


mengapa rajawaliku terdiam

dan tidak ada yang mempedulikannya

hingga matanya yang tajam meneteskan air

kulihat luka disayapnya

bersamaan dengan titik darah pada lukanya


apakah yang membuatnya terluka

tidak mungkin, karena rajawaliku terlalu kuat

namun tak kulihat kekuatannya saat ini


aku mulai membasuh lukanya

membalut luka perih disayapnya

membiarkannya tenang

demi mendapat kekuatan kembali


ku harap esokmenjadi hari cerah bersamanya

membawa aku kembali terbang bersamanya

mengitari dunia yang indah


sayapnya akan kembali memperlihatkan kemegahannya

terbang menggapai harapan dan asa

Monday, July 19, 2010

macet total

spontan cuma bilang "hari apa ini?" padahal udah jelas-jelas saya tahu bahwa ini hari Senin tanggal 19 Juli 2010. Tapi kejadian hari ini agak membuat saya sedikit jengkel.
Sedikit mau bercerita tentang hari ini, pagi-pagi bangun jam 06.30 (maklum pengangguran) dan langsung beres-beres rumah. Karna kerjaan udah pada beres, saya mulai menghidupkan laptop dan mulai menjelajah dunia lewat layar datar didepan muka saya. Ga kerasa udah jam 15.00 waktunya untuk bergegas dan siap-siap kuliah, dan dalam hati saya hanya menegaskan pada diri saya sendiri bahwa hari ini kudu kuliah karna minggu depan udah UTS. Tapi begitu saya mau mandi, ngantuk berat mulai merajai mata saya. Dan rasanya ini udah ga bisa ditahan, hmmm..kuliah kan masuk jam 17.00 dan karna kuliah saya kelas malam jd kalo telat ga akan kena sanksi apa-apa, ya udah saya mulai berbaring dan berencana tidur sampe jam 16.00 lumayanlah sejam tidur.

Astaga.....! jam 17.00, kelebihan sejam tidurnya euy..langsung buru-buru kekamar mandi bukan untuk mandi tapi cuma cuci muka dan ganti baju alias kaga mandi karna udah mepet banget.

Sukarno-Hatta lewat....Samsat lewat....Binong lewat.....
Dan begitu sampai daerah Kiara condong..tiba-tiba macet dan macet lebih macet...
Kunaon ieu ey...ga biasanya sampe segini, biasanya cuma 1/2 jam saya dijalan dan sampai dikampus..tapi ini udah 1 setengah jam berlalu. Wah, langsung saya sms teman kuliah saya dan menyakan apakah dosennya sudah mengajar, dan jawabnya adalah 'udah selesai' dan saya berfikir ya udah deh saya ikut kuliah yang jam ke-2 kan mulainya jam 19.00.
Ternyata dosen jam ke-2 tidak hadir...halah, mo ngapain jadinya..akhirnya saya turun dari angkutan kota karna sudah pusing 2jam berada diangkot dan mampir ke supermarket buat beli obat jerawat berhubung jerawat saya lagi kambuh. Okey, selesai mampir..hujan deras menerpa..saya diam dipinggir supermarket sambil cemilan dan ngotak ngatik Hp..sejam nungguin hujan tapi ga reda-reda, langsung saya berlari untuk naik angkot...tapi ga ada angkot yang lewat karna macet masih menyelimuti daerah kampus saya yaitu Jl. Jakarta, ternyata selidik punya selidik dari informasi..macet merajalela di sekitar Jl. Jakarta, Kircon, Antapani, Supratman, Cicadas, Cicaheum..ampun !

Ternyata....Macet itu diakibatkan karna "lampu lalu lintas di perempatan mati". Sebenarnya ini sering terjadi, saya sering mengalami dan melihat ini, ini benar-benar terjadi dan cukup sering. Cuma saya bingung, apakah ini bagian saya juga buat mengadu kepada kepolosian dan Pemerintah Kota..Sempat saya ingin memotret kekacauan yang saya lihat barusan, tapi karna malam hari jadi hasil fotonya kurang jelas. Padahal kalau lihat aslinya, wuih saya cuma bisa kerung dan .... no comment.

Dan akhirnya saya harus berjalan sampai nemu angkot dijalan yang udah lumayan lancara..kira-kira 150 meter saya berjalan dan akhirnya menemukan angkot dan sebaliknya macet tetap bisa terhindarkan. Tiba dirumah jam 21.30. Bisa bayangin dari jam 17.00 sampai 21.30 hanya habis dijalan, ga ada hasil selain obat jerawat tadi. Huft, AADB..Ada Apa Dengan Bandung?. Yang saya tahu ini kota Bandung tercinta bukan Jakarta..dan jangan sampai seperti Jakarta.

Akhir kata untuk Pemerintah Kota Bandung yang terkasih, saya mewakili masyarakat kota Bandung ingin supaya Pemerintah bisa memperhatikan lalu lintas dikota Bandung, jangan sampai hanya menampung keluhan tapi harusnya memberikan solusi yang cepat dan tanggap. Tapi bagaimanapun...i love Bandung, i bless Bandung

Friday, July 16, 2010

still love you..



Kuhantarkan rasa ini dekat hatimu..
Rasa yang sedari dulu menemani..
Tidak penting bagimu namun berarti bagiku

Entah kau mau menyapanya atau tidak,
Tapi inilah yang kupunya..

Bukan sekedar rasa belaka tapi kesejatian
Mungkin aku tertipu dengan perasaan..
Tapi menyakitkan jika kusebut tipuan
Karna ini tumbuh dari hatiku..
Hati yang tidak pernah ditipu
bahkan sejak dunia tercipta..

Ia yang telah menciptakan rasa itu,
Hingga akhirnya nafasku pun tercipta

Ia tidak pernah salah menciptakannya
Tapi kita sering menyalahkan rasa itu

Apakah perlu menyadarkannya dengan paksaan?
Atau melupakannya namun tidak pernah lupa..

Sunday, July 11, 2010

ayo bangun...kejar mimpimu !!





Oiiii…!!! Bangun !!!

Ayo kejar mimpi mu !!

Jangan hanya tidur dan bermimpi. Mimpi hanya sekedar menjadi menjadi mimpi ketika kamu hanya memimpikannya.

Jangan lihat kembali apa yang terjadi kemarin bahkan detik tadi, kita masih memilki pengharapan yang sebenarnya ada didepan kita. Ingat, setiap hari selalu ada pengharapan baru. Hari ini sebesar apa kepercayaan untuk bisa sampai dalam kenyataan yang kamu harapakan?.

Ketika kamu menaruhkan kepercayaan dalam hati kamu, berarti kamu sudah setengahnya masuk dalam mimpi itu, dan ketika kamu terus mengejarnya kamu akan sepenuhnya menerima itu. Kamu tidak pernah sendiri dalam berlari, ingatlah kepada [enciptamu yang selalu membuat kamu kuat. Dan ingatlah orang-orang disekelilingmu yang selalu mendukung kamu. Jangan sampai kita mengasihani diri kita kita sendiri, karena kita diciptakan untuk menjadi pemenang.

Untuk apa kita jadi pemenang kalau kita tidak punya mimpi? Untuk apa kita berlari kalau kita tidak punya tujuan? Untuk apa kita kerjar target kalau kita tidak pernaha menetapkan sebuah target. Mari kita menyadarkan diri kita, dan mulai memiliki mimpi dan bangunlah karena cepat atau lambat yang menentukan semua itu adalah kamu.

Jangan selalu bertanya ‘kapan’ dan ‘kapan’ ?? tetapi mulailah bertanya ‘bagaimana’, karena kamu tidak akan bertindak apa-apa jika hanya bertanya ‘kapan’. Tetapi jika kamu mulai menyadari bagaiman caranya dan mulai masuk dalam proses tersebut maka kamu akan melihat dengan mata kamu sendiri hasil tersebut.

Lakukanlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan, karena sebenarnya segala sesuatu memang kembali pada Tuhan.

Milikilah ambisi itu tetapi jangan jadi ambisius, milikilah mimpi itu tetapi jangan jadi pemimpi saja, milikilah harapan itu tetapi jangan mengharapkan saja, tetapi lakukanlah bagian kita !

Bermimilah tetapi ingat untuk bangun, dan mulailah lakukan bagian kita !

Tetap percaya dan semangat !


untuk itu sahabat ada


Tepat jam tiga sore mereka berjanjian untuk bertemu dan sekedar ngopi bareng dan saling mengadu cerita-cerita lucu yang sudah mereka siapkan masing-masing. Ya…itulah yang menjadi kegemaran dua orang sahabat wanita itu, mereka sering menghabiskan waktu dengan ditemani suara tawa mereka yang agak berisik. Sore itu Rere lebih dulu datang dan lima belas menit kemudian Ica pun tiba. Dengan suara khas yang sedikit kasar dan tepukan pada bahunya membuatnya sedikit kesal sambil tersenyum menahan tawa. Ujarnya “kapan sih kasar lo bisa ilang Re?”

“ntar Ca kalo ‘kasar’ gue diculik baru ilang..”

“eh, kemaren kemana lo Re?Gue nunggu lo chating tapi kaga muncul-muncul, molor ya lo?

“ya eyalah Ca,ngapain lagi coba malem-malem..!”

“Re, kapan ya kita punya cantolan?!”

“nyante ajalah Ca, toh jodoh ga kan kabur..yah, kaya kita aja bisa sahabatan kaga nyangka kan?”

“nyangka aja ah Re..kita kan sama-sama preman jadi wajar aja kalo kita bisa nyambung dan endingnya jadi sahabat”

“hah,,,siapa bilang gue preman? Lo aja Ca ama keluarga lo, gue ga ikut-ikutan..!”

“eh jangan belokin diri lo Re…gw tau jelas gelagak preman lo..hahhaha”

“oia Re..by the way, gue ga pernah tau loh background lo yang sebenernya…certain donk!”

“tumben elu nanya-nanya gue Ca, ada apa neh?”

“iya, soalnya udah ga ada topic yg lucu lagi Re”

“hfh…kirain…!!”

“tapi emang bener ya Ca..kenapa ya dulu gue disebut preman? Hampir orang yang baru kenal gue, pasti pada takut ma gue..!”

“Rere…rere….mata lo aja udah preman…tau !!!”

“hahahhahaha,,,,,Ca gue dulu emang suka jailin orang abis-abisan, boongin guru, manjat sana sini, malakkin adik kelas, bringas banget lah pokonya..tapi kan itu dulu, jadi wajar kalo gue bukan disebut lagi preman!!”

“nah mending elu Re, gue sama sekali ga kaya lu, gue orang yang rajin dikelas, deket sama guru dan suka bantuin temen-temen gue, tapi kenapa gue disebut preman juga?!”

“udah lah Ca..lupain aja….ngapain coba kita bahas pandangan orang-orang yang sebenernya salah besar..”

“bener elu Re…tumben lo waras,,, !”

Sepanjang dua tahun persahabatan mereka banyak dihabiskan hanya untuk ngopi, ngobrol, tertawa dan hal-hal yang membuat mereka senang sementara.

Tapi dibalik itu semua, Rere sebenarnya tidak tau kalau latar belakang Ica broken home, ia hanya tinggal berdua dengan ibunya yang masih mencari pengganti ayahnya. Orang tuanya bercerai setahun setelah mereka bersahabat, tapi tidak sedikitpun yang Rere ketahui tentang keluarga Ica. Seringkali Ica menangis karena sering bertemu ayahnya yang kerap kali menggandeng wanita yang lebih muda dari ibunya. Dirumah Ica hanyalah seorang pendiam yang hanya tersenyum ketika melihat ibunya lalu masuk kamar hanya untuk diam dan diam, dan berbeda ketika ia bertemu dengan Rere, semuanya ia sembunyikan dengan rapi. Entah merasa malu, minder, tidak percaya, terlalu berat untuk diceritakan…entahlah. Tapi itulah Ica yang sebenarnya.

Berbalik dengan keadaan Rere yang sebenarnya. Ica tidak pernah tahu kalau sebenarnya Rere mengidap sakit kanker. Rere sering tiba-tiba pamit lebih dulu pada Ica dengan alasan sakit perut, padahal Rere sudah tidak kuat menahan sakit ditubuhnya. Rere sering memaksakan pergi untuk nongkrong tapi sulit untuk dia membohongi tubuhnya yang sedang digrogoti penyakit. Setiap Rere sampai dirumah, ia langsung tiduran dipangkuan ibunya sambil menahan rasa sakitnya dan meneteskan air mata. Sempat Rere ingin bercerita pada Ica tentang keadaanya yang sebenanya tapi ia berharap bisa sembuh dan akan menceritakannya setelah ia sembuh nanti.

Tiga tahun persahabatan mereka tetap dalam keadaan yang sama. Hanya diiringi tawa diatas kesedihan mereka masing-masing. Dan sebulan kemudian ternyata Rere harus keluar negeri untuk bisa mendapatkan perawatan yang lebih intensif demi mencapai kesembuhannya, karena kanker Rere sudah stadium tiga. Rere berkata pada Ica ia harus pergi keluar negeri dengan alasan ayahnya pindah kerja, padahal ia akan berobat.

Sempat Ica merasa sedih karena Ica tidak sempat menceritakan keadaan keluarganya yang sebenarnya, sama dengan Rere yang sedih karena ia belum berani cerita tentang sakitnya.

Tiga bulan setelah kepergian Rere keluar negeri, Ica mendapat kabar dari sebuah telepon dari Ibu Rere yang mengabarkan bahwa Rere telah meninggal dunia…………………..



Persahabatan bukan bicara soal senang dan tawa saja. Tapi persahabatan yang sesungguhnya adalah ketika kita mau saling terbuka dan percaya. Jangan katakan ‘kita bersahabat’ jika kita tidak pernah tahu yang sebenarnya tentang sahabat yang sering ada disamping kita. Persahabatan menjadi sempurna ketika kita memiliki waktu untuk terbuka, percaya dan mendoakan.

Jika ada penyesalan, lupakanlah itu..karena penyesalan hanyalah menyesali masa lalu, ingat anda masih memilki masa depan dan harapan…kecuali jika anda ingin menyesal kembali. Rangkullah sahabat kita ketika ia sedih, dan topanglah ketika ia lemah bahkan terjatuh. Karena untuk itulah kata ‘sahabat’ ada.