Seperti orang diluar sana, mereka menyukainya diawali dari setiap pandangan mereka.Itu mengapa perlu untuk kita berusaha memberikan yang terbaik melalui apa yang bisa dilihat, terlebih dari apa yang tidak bisa dilihat. Pernahkan anda bertanya mengapa anda menyukai sebuah warna, mengapa anda menyukai sebuah barang, mengapa anda menyukai sebuah corak, mengapa anda menyukai sebuah merk, mengapa anda menyukai sebuah judul, mengapa anda menyukai seorang penulis, mengapa anda menyukai sebuah bentuk, bahkan mengapa anda selalu mengarahkan pandangan padanya. Kesukaan kita pada sebuah benda, hobby, pergaulan bahkan seseorang hampir dimulai dari setiap pandangan kita kepada hal tersebut, dan dari pandangan itu akhirnya kita mulai menilai baik buruk ataupun baik itu adalah pilihan masing-masing. Dan setelah dititik penilaian kita melanjutkannya dengan pemikiran yang matang dan pada akhirnya kitalah yang memutuskan untuk berkata “saya menyukainya” Saya hanya bertanya apakah kita memikirkan seberapa jauh rasa itu yang akhirnya membuat kita semakin melangkah maju BUKAN MUNDUR..
Kenalilah apa yang ada disekitar anda, baik itu hobby, kegemaran, benda, lagu atau apapun itu dan pikirkan mengapa anda menyukainya..?? dan selanjutnya berpikir jernihlah untuk memahami “Apakah anda tetap memiliki langkah yang benar dan mengarah kedepan atau sebaliknya, jika anda merasa langkah anda perlahan mundur berkeputusanlah untuk menghentikannya sebelum anda semakin jauh tidak terlihat.
Tidak ada hal yang semestinya kita ragukan dalam setiap harapan,karena apapun yang kita harapkan adalah suatu ketulusandari apa yang kita mimpikan.Jangan pernah berhenti untuk berharap meskipun tidak adatitik untuk berharap.Sebesar apapun rintangan yang ada didepan kita
tetaplah untuk melangkah dalam kepastian.Jika anda dapat melakukannya berarti andasedang membuktikan bahwaanda sedang serius dengan mimpi anda.Jangan terus bermimpi, karena ada saatnya untuk kita mencapai mimpi itu.Tetap arahkan pandangan mata anda kedepan, jangan membuang waktu dengan mengingat kegagalan anda kemarin.Karena sesungguhnya anda yang akan menentukan mimpi tersebut. Pastikan anda akan berada di akhir mimpi itu.
there is no doubt we should in every hope, because everything we hope for is a sincerity of what we dream. Do not ever stop to hope, although there is no point to hope. For any existing obstacles in front of us still to go in certainty. If you can do it means you're proving that you're serious about your dreams. Do not keep dreaming, because there is time for us to reach that dream. Fixed point your eyes forward, do not waste time by remembering your failure yesterday. Because you really are will determine the dream. Make sure you are in the end of the dream.
Aku berlari dengan luka dihatiku, diiringi dengan kegelisahan hatiku. Rasanya tak mau aku mencaci makinya hanya air mataku tak kuat untuk aku hentikan. Hatiku sulit untuk bersyukur, apalagi untuk mengucapkan rasanya tidak mampu untuk aku katakan. Perlahan kuhentikan langkah kakiku karna tak kuat untuk menahan rasa letih didadaku, nafasku mulai sesak dan saat kusadari aku berada dipinggir pantai, ya pantai ini selalu kudatangi hanya sekedar untuk melemparkan rasa kekesalanku. Pasir-pasir ini sering mendengarkan teriakanku yang begitu kencang sambil terisak-isak. Terkadang aku tidak mau menghapuskan air mata dengan tanganku, karna kurasa air mata ini tidak akan berhenti kecuali air mataku habis. Namun kerasnya tiupan angin terkadang mengeringkan air mata dipipiku.
Tuhan, untuk apa Kau ciptakan aku jika untuk sekedar meremukan hatiku?
Apakah Engkau tidak bosan mendengarkan keluhanku?
Lagi-lagi aku menangis dan menangis..!
tapi jika hidupku hanya seperti ini, ijinkan aku untuk melangkah mundur dari semuanya bahkan dunia ini.
Namun selalu saja, yang membuat aku bisa menerima ini karna Engkau tidak pernah berhenti memberikan kekuatan baru bahkan aku sangat merasakan Engkau ada dihatiku
Desa ini hanya ditempati oleh beberapa penduduk, ya inilah desa yang selalu kukelilingi karna segarnya udara ditempat ini, kejernihan air dapat kutemukan ditempat ini. Desa yang dekat dengan pantai terkadang membuatku selalu ingin berdiam disana. Desa ini sering kusebut desa "damai" walaupun sebenarnya nama dsa ini buka itu, karna sama seperti yang kuinginkan dengan hatiku yang selalu menginginkan kedamaian.
Lima tahunyang lalu keluargaku adalah keluarga yang terbengkalai, seringkali rumah itu menjadi pusat perhatian warga karna keributan yang dibuat anggota keluargaku. Aku ingat jelas disuatu siang ayahku datang dengan menangis karna perahunya terbawa ombak keras bahkan jalanya tak terlihat sedikitpun, malamnya ibuku marah-marah sambil melempar beberapa barang dirumah karna kekesalannya akibat tidak ada uang untuk menyediakan makanan kami untuk esok, kakakku sangat kesal dengan keadaan yang berulang-ulang seperti itu dan ia pun kabur dari rumah, bahkan satu tahun ia tidak pulang. Setelah beberapa bulan terdengar dari tetanggaku bahwa ia telah menikah. Adiku tiap hari hanya berkeliaran karna tidak ada kegiatan lainnyasetelah ia putus sekolah kelas dua SD.
Ini hanyalah sedikit cerita dari keluargaku yang tidak bisa mengharapkan apa-apa, terkadang untuk bermimpi saja aku tidak berani.
Hari - hari itu rasanya benar-benar sering membuatku terpukul, seperti biasa aku berlari kepantai itu. Untuk pertamakalinya aku memberanikan diri untuk berlutut
Sambil terisak-isak sulit untuk aku berkata-kata, dan hampir setiap sore aku pergi kepantai itu untuk berdoa, karna aku ingat firmanNYA "jika kamu ingin berdoa, masuklah kamarmu dan kuncilah" namun dalam hatiku, rumahku tidak ada kamar satupun, bahkan aku tidak pernah menemukan kunci dirumahku, pantai ini tepat untuk menjadi tempat aku berdoa kataku.
Sepanjang tahun demi tahun aku setia dengan doaku, hingga disatu titik aku ingat satu hari yang tidak akan terlupakan dimana aku merasakan kehancuran hatiku. Saat itu aku tidak tahan menahan rasa kesedihanku tepat satu jam sepanjang aku berdoa aku merasakan sesuatu hilang dari sisiku, tapi aku tidak mengerti dan kataku “Tuhan, segalanya milikMU..ambilah apa yang ingin KAU ambil”Karna lelahnya aku menangis akhirnya aku tertidur dipantai itu. Dan pagi-pagi buta sekitar pukul dua subuh, aku mendengar teriakan, ternyata ibuku, ia menghampiri aku sambil menangis dan mengatakan bahwa ayahku telah meninggal pukul satu subuh tadi, tepat satu jam yang telah berlalu tadi.
Saat itu rasanya benar-benar hidupku sudah dititik ketidakmampuan, namun tersirat dalam benakku untuk aku mengajak ibuku berdoa untuk pemulihan keluargaku. Satu yang kuingat waktu itu, ibuku berkata "nak, ibu percaya bahwa doa kita tidak akan lenyap" langsung aku memeluk ibuku kuat sambil menangis, dan diakhir doa kami mendapatkan janjiNYA.
Tiga tahun akhirnya doa kami digenapi, kakakku pulang membawa istri dan satu anaknya, adiku kembali sekolah dengan hasil usaha ibuku dan kakakku, dan keluargaku menjadi berkat bagi warga dan setiap malam kami membuat mesbah doa, satu alkitab dirumahku menjadi lusuh karna seringnya kami bergantian untuk membacanya.
Aku mendapat beasiswa untuk sekolah dikota, singkat cerita aku memiliki orangtua asuh dan ia adalah seorang ibu yang takut akan Tuhan. Suatu hari, pagi-pagi ia berkata padaku "aku telah mendapat janjiNYA tadi malam, aku harus mendirikan sebuah gereja disebuah desa, namun aku tidak tahu dimanakah desa damai itu, apakah kau pernah mendengarnya?
Aku langsung memeluknya dan berkata "desaku adalah desa sukamulya namun aku sering menyebutnya desa "damai"..karna itu yang menjadi mimpiku sepanjang aku tinggal disana. Ia pun kaget dan ia hanya mengatakan “kehendak MUlah yang jadi”
Sejenak aku berkata “semua yang kita lakukan untuk Tuhan tidak akan sia-sia, asal saja kita SETIA..
dan mengejar janjiNYA” itulah bagian kalimat yang sering kutegaskan dalam khotbahku digereja itu.
Banyak kegiatan yang terkadang membuat kita tidak sadar dengan posisi kita dihadapan Tuhan, mari kita tutup mata sejenak dan pikirkan, "apakah DIA masih menjadi yg terutama dalam hidup kita?". Kesadaran rohani sangat penting, supaya kita tidak menjadi orang yang seolah-olah luar biasa dihadapan manusia, namun disisi lain kita sudah tidak peka untuk mendengar suara Tuhan. Mungkin ditahun 2009 banyak kegagalan dan kesalahan yg kita buat, tapi mari kita melihat pada anugrah Tuhan..mari bangkit dan antusias untuk memberikan yang lebih untuk Tuhan. Ingat seberapa jauh kita melangkah dengan Tuhan, sejauh itulah yang menjadi harta rohani kita..
Menjaga kepercayaan Tuhan atas hidup kita sangat penting, bagaimana mungkin kita dapat memberikan dampak disekolah dan melahirkan generasi baru, jika kita tidak terus menjaga hubungan kita dengan DIA. Tuhan sangat menginginkan kita semakin dewasa. Seseorang berkata "Saya adalah seorang yang sering merasa gagal untuk memberikan yg terbaik untuk Tuhan, tapi saya sadar bahwa Tuhan tidak melihat apa yang ada dalam tangan saya, tapi Dia menginginkan apa yang ada dalam hati saya.." Sama halnya dengan posisi kita dihadapan Tuhan, tidak lagi menuntut untuk dihargai manusia, tapi seharusnya kita sadar betapa Dia memandang kita sangat berharga. Mari kita berpikir tentang orang-orang disekitar kita..apakah kita masih memiliki belas kasih utuk mereka, atau bahkan kita sudah menjadi orang yang tidak perduli dengan kerinduan Tuhan. Jika seorang jatuh digaris sebelum finish dalam pertandingan akhir, lebih baik ia tidak mengikuti sebuah lomba, dan cukup menjadi penonton, sama halnya jika kita sudah memulai pekerjaan yang Tuhan berikan jangan sampai kita jatuh dititik sebelum selesai.thx Father Bless us
Siratnya mengingatkan kita dahulu, tawa dan senyum yang tulus
Saat dimana kita berlari dalam satu tujuan
Kini kita bertemu kembali, dalam keceriaan semu
Waktu telah mengubahkan setiap langkah kita
Ragamu tidak dapat kulihat, namun katamu tetap ada
Kakiku berlarian mencarimu hanya untuk sebuah semangat
Namun semuanya hilang dengan satuan detik
Entah apa yang dapat kau miliki tanpa aku memberi
Aku hanya ingin melihat kau tersenyum dihadapanku
Meski aku tidak merasakan sakitmu
Tapi aku ingin kau tahu tangisan dalam doaku
Hanya untukmu..
Meski kau tak ada, namun aku tetap ada
Sebuah kisah yang takkan hilang
Bahkan jika satu saat bayanganmu hilang
Aku akan tetap ada.
Tulisan ini saya dedikasikan untuk teman saya ‘A**y’…Dia adalah teman lama saya. Satu hal yang selalu saya kenang adalah sikapnya yang sering membuat orang orang jengkel namun tetap bisa membuat saya tersenyum bahkan tertawa. Waktu berlalu yang memisahkan pertemanan kita, tapi hari-hari ini dia tiba-tiba muncul dan sering membuat kata-kata yang lagi-lagi ingin membuat tersenyum. Maaf jika saya sempat membuat harapan yang tidak pasti, tapi mengapa harus seperti ini..??. Tiba-tiba saja kabar datang yang mengusik telinga bahwa dia akan pergi jauh dengan sebuah penyakitya. Saya sangat acuh dan menganggap itu begitu menjengkelkan, dan tidak sebuah pengakuan darinya. Mungkin rasa keraguannya untuk sembuh selalu menghantui, tapi lebih dari seharusnya dia harus tetap mengerti tujuan Pencipta atas hidupnya.
A**y, dimanapun kamu…dan apapun yang membuat tubuhmu begitu sakit saya hanya ingin bertemu dan berdoa untuk kamu. Meskipun tiba-tiba tidak ada sebuah jawaban dari setiap pertanyaan , meski tiba-tiba saja dia menghilang, meski tiba-tiba saja sapanya berbeda, meski sudah tidak ada harapan, meski sudah terlambat tapi Tuhan tetep mengasihinya.
Keinginan hatiku hanyalah mengasihimu Ketulusan hatiku yang Kau akan dapati Aku takkan hentikan langkahku hingga dapatimu Dan akan kudengarkan setiap kerinduan dihadapanmu
Sesuatu telah kudapati bahkan segalanya hanya didalammu Setiap keraguan takkan tersirat kembali Karna kutahu setiap katamu akan melangkahkan kepastian Dan akan kutaruhkan dikedalaman hatiku
Semuanya telah usai, telah Kau hapuskan setiap luka Dan telah kau lukiskan keindahanmu Dengan sayap yang kuat kau iringiku Kini hanya ada janji yang pasti